Beranda » Jika Tak Segera Dibayar Lunas, Petani Candinegoro Bakal Demo Lagi. Supriyono; Kades Candinegoro Terindikasi Terima Gratifikasi

Jika Tak Segera Dibayar Lunas, Petani Candinegoro Bakal Demo Lagi. Supriyono; Kades Candinegoro Terindikasi Terima Gratifikasi

Spread the love dnnmmedia

DNN, SIDOARJO — Petani pemilik tanah yang kini sudah menjadi perumahan Griya Aura di Desa Candinegoro Kecamatan Wonoayu berencana melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran. Hal ini mereka lakukan lantaran pihak developer hingga saat ini belum membayar lunas penjualan tanah yang sudah dilakukan 9 tahun lalu.

“Mereka (developer-red) tidak konsisten dan selalu ingkar janji. Kami selama ini sudah sangat sabar menanti janjinya, namun tidak pernah mereka tepati. Karena itu kami akan melakukan aksi unjuk rasa dengan massa yang lebih besar dari yang kemarin,” Ujar Agus salah satu petani pemilik tanah saat ditemui di rumahnya. Rabu (16/4/2025).

Selain itu Agus juga mencium adanya indikasi pejabat pemerintahan Desa Candinegoro bermain dengan pihak developer. Hal itu terbukti status tanah yang ia lepas saat ini sudah di pecah menjadi beberapa bagian atas nama pengembang.

“Padahal pihak desa sudah mengetahui bahwa tanah tersebut belum beres pembayarannya ke semua petani. Semestinya pihak pemdes mengklarifikasi dulu ke petani sebelum memfasilitasi proses pemecahan sertifikatnya,” Jelas Agus.

Pernyataan Agus tersebut diamini oleh H Supriyono salah satu keluarga petani yang juga belum dibayar lunas tanahnya. Menurutnya banyak kejanggalan yang ia temukan dalam proyek pembangunan perumahan Griya Aura tersebut.

Beberapa Petani pemilik tanah yang belum dibayar lunas oleh pengembang saat melakukan pemasangan portal di akses jalan keluar masuk proyek perumahan.

“Akses jalan yang mereka gunakan menuju ke perumahan juga menggunakan fasum milik desa, ini kan ndak bener. Mereka ini komersiil, tentu harus menyiapkan akses jalan sendiri. Ada apa ini?,” Tuturnya.

Selain itu, anggota DPRD kabupaten Sidoarjo dari partai Gerindra ini juga mengaku mendapatkan informasi dari pekerja perumahan bahwa ada jatah satu unit rumah untuk Kepala Desa. “Info yang saya terima begitu, nanti akan saya dalami lagi,” Tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Candinegoro, Sukadi yang dikonfirmasi melalui sekulernya Rabu, (16/4/2025) membenarkan jika tanah yang berada dibelakang balai Desa tersebut sudah terpecah menjadi beberapa bagian atas nama pengembang.

“Iya benar mas, saya juga kaget, namun terkait prosesnya silahkan langsung konfirmasi ke pak kades saja nggih,” Pungkasnya.(Hans)


Spread the love dnnmmedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *